

SANUR, env.itb.ac.id— Dewasa ini, isu lingkungan datang silih berganti. Kerusakan sumber daya alam menjadi indikator menurunnya kualitas ekosistem yang tentu akan memengaruhi kesehatan manusia. Menanggapi isu tersebut, Program studi Teknik Lingkungan, dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, bekerja sama dengan Asian University Network / Jaringan Pengembangan Pendidikan Teknik Asia Tenggara (AUN / SEED-Net) mengadakan kegiatan The 6th Environmental Technology and Management Conference (ETMC) In conjunction with The 2th AUN/EED-Net Regional Conference on Environmental Engineering (RC EnvE) 2019 pada Senin-Kamis (5-7/11/2019) di Prime Plaza Sanur, Bali.
Agenda yang diadakan setiap lima tahun sekali ini telah berlangsung sejak tahun 1994. Pertama kali diadakan di Kota Bandung, ETMC pertama yang bertajuk Environmental Technology Management and Science (ETMS) diprakarsai Prof. Dr. Ir. Wisjnuprapto, Dipl. SE. Di tahun ke-6 penyelenggaraan ETMC, konferensi yang diketuai oleh Prof. Ir. Mindriany Syafila, MS., Ph.D. ini mengusung tema “Towards a Smart and Green Innovations for a Safe, Resilient, and Sustainable Environment”.
Dalam sambutannya, Prof. Mindri mengungkapkan bahwa konferensi ETMC dapat menjadi kesempatan besar untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman.
“Hari ini kita berkumpul di sini percaya bahwa konferensi ini akan dapat menyediakan platform untuk membahas dan mengevaluasi pendekatan terbaru, teknologi inovatif, kebijakan dan arahan baru dalam pengembangan infrastruktur, pencegahan polusi, dan teknologi ramah lingkungan yang disesuaikan dengan negara-negara berkembang dan untuk mempromosikan kerja sama dan membangun jejaring di antara para praktisi dan peneliti yang terlibat dalam mengatasi masalah infrastruktur dan lingkungan hijau.” jelasnya.
Acara ini dihadiri oleh pembicara utama dari berbagai instansi dan negara, di antaranya Dr. Ir. Danis Hidayat Sumadilaga, M.Eng.Sc. selaku Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Ir. Bambang Gatot Ariyono, M.M., selaku Dirjen Minerba Kementerian ESDM, DR. Novrizal Tahar, IPM, selaku Direktur Pengelolaan Sampah, KLHK, Prof. S. Vigneswaran dari UT Sydney, Australia dan Prof Yasushi Kiyoki dari Keio University, Jepang
Tak lupa, tamu-tamu dari berbagai sektor juga turut diundang sebagai pembicara, termasuk Menteri Lingkungan dan Kehutanan RI, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Rektor ITB, Dekan FTSL ITB, Prof. Yasushi Kiyoki dari Keio University, Prof. S. Vigneswaran dari UT Sydney, Direktur PT ANTAM Tbk, Prof. Fujie Koichi dari Yokohama National University, Assoc. Prof. Dr. Chart Chiemchaisri dari Kasertsat University, Thailand, Dr. Mohan Amarasiri dari Tohoku University, Japan, Prof. Dr. Hiroyuki Katayama dari The University of Tokyo, Prof. Shigeo Fuji dari Kyoto University, Prof. Dr. Yulinah Trihadiningrum M. App. Sc. dari Institut Teknologi Sepuluh November, Prof. Dr. Ir. Setijo Bismo, DEA dari Universitas Indonesia, Dr. Judy Libra dari Agricultural Engineering and Bioeconomy Leibniz Institute, Keitaro Tsuji dari JICA, serta MS Sirin Chanamanont dari AUN/SEED-Net.
Acara ini diikuti oleh 172 peserta dari berbagai negara, termasuk negara-negara ASEAN, Jepang, Australia, Belanda, Jeman, dan lain-lain. Dengan demikian, diharapkan pertemuan yang langka ini dapat membuka prospek untuk memulai kolaborasi penelitian lebih lanjut dan memperkuat kemitraan.
Selain itu, kegiatan ini disponsori dan didukung oleh AUN/SEED-Net JICA, Kementerian Pariwisata, JICA, LPPM, PT ANTAM Tbk., PT Nindya Karya, CHEVRON, PT ASTRA Internasional, PT Difa Mahakarya, PT Krakatau Steel Indonesia, PPLI, BNI, Bank Mandiri, dan Kurita, Tohoku Univesity dan Hokkaido University.
Di akhir sambutan, Prof. Mindri berharap bahwa di masa depan, ETMC akan tetap menjadi salah satu platform dalam ilmuwan dan praktisi bertemu dan mendiskusikan sains, inovasi, dan solusi untuk masalah lingkungan menuju masyarakat yang lebih baik.
“Juga, saya ingin menyampaikan penghargaan tertinggi kami kepada semua penulis dan peserta yang menghadiri konferensi ini untuk berbagi pengetahuan dan memulai kolaborasi potensial menuju lingkungan yang lebih baik.” ungkapnya menutup sambutan.
Kontributor: Siti Khairina
Editor: Nur Novilina A.


