(022) 250-4952
tu@tl.itb.ac.id
TEKNIK LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Berita

“Menjadikan Prodi Teknik Lingkungan ITB sebagai lembaga pendidikan tinggi dan pusat pengembangan IPTEK ynag memiliki keunggulan kompetitif dan handal”

Merebut Hadiah Seratus 100 Juta rupiah pada TMLEnergy Green Challenge, Tim Halo dari Teknik Lingkungan ITB Berbagi Kisah di Belakang Layar

BANDUNG, env.itb.ac.id –  Ilmu yang kita dapatkan di bangku kuliah, sejatinya dapat mengantarkan kita meraih banyak prestasi gemilang di luar sana. Tim Halo sudah membuktikannya. Tim yang terdiri dari Nurashila Dhiyani (22), Aloysius Adhitya Pratama (22), Steven Gunawan (22) dan Sando Alexander (23) ini merupakan empat orang mahasiswa teknik lingkungan angkatan 2015 yang berhasil meraih Juara 1 TMLEnergy Green Challenge. Tidak tanggung-tanggung, seratus juta rupiah berhasil masuk kantong.

TMLEnergy merupakan sebuah perusahaan yang bergerak pada bidang EPC Solar PV Energy System. Pada tahun 2018 lalu, TMLEnergy mengadakan kompetisi bagi mahasiswa di seluruh Indonesia. Kompetisi tersebut terdiri dari tiga cabang, yaitu terobosan produk untuk aplikasi listrik tenaga surya, pengelolaan air dengan total suspended solid tinggi dan aplikasinya dalam skala besar dan pengelolaan lumpur sisa air tambang sehingga memiliki nilai tambah.

Buat Lumpur Sisa Tambang Menjadi Berguna Kembali

Tim Halo memilih tema pengelolaan lumpur sisa air tambang pada saat itu. Inovasi yang diusung Tim Halo adalah menjadikan lumpur sisa tambang tersebut menjadi adsorban dan bahan untuk pembuatan batako. Hal ini tentu sejalan dengan prinsip circular economy, yaitu adanya keberlanjutan dari setiap siklus produk yang dihasilkan industri. Lumpur memiliki nilah tambah dan bisa digunakan kembali secara fisik dan ekonomi.

Meski mengalami beberapa kendala internal selama perlombaan, Tim Halo mengaku cukup bangga atas pencapaian kali ini. “Kesulitannya susah mengatur jadwal di antara kami berempat, apalagi sembari kerja praktik yang jadwalnya mulai dan selesainya berbeda-beda” ujar Nurashila sebagai Srikandi Tim Halo. Tim Halo mengatakan bahwa mereka senang mengerjakan keseluruhan rangkaian perlombaan ini karena sejalan dengan apa yang dipelajari di bangku kuliah. Kita dapat mengimplementasikan langsung apa yang kita dapat di kelas melalui lomba-lomba seperti ini. Selain itu, peran dosen pembimbing selama lomba berlangsung juga tidak kalah penting. Seringkali kita tidak memahami perbedaan teori dan praktik, sehingga dengan selalu bertanya kepada dosen membuat kita dapat mengetahui beberapa hal di luar kelas yang notabene merupakan praktik dan cukup berbeda dengan teori.

Tim Halo pada Grand Final TMLEnergy Green Challenge Aryaduta Bandung
(Dokumen Pribadi)

Kunci Keberhasilan Tim

Tim Halo dari Teknik Lingkungan ITB, ki-ka: AA Pratama, Sando Alexander, Nurashila, Steven Gunawan
(Dokumen Pribadi)

Bagi Tim Halo kerja sama tim yang baik dan selalu berpikir optimis adalah kunci keberhasilan dalam suatu kompetisi. Berbagai halangan akan selalu kita hadapi dan berbeda-beda di setiap kompetisi yang kita ikuti, namun semua itu pasti akan memberikan pelajaran yang tidak kita dapat hanya dengan kuliah di dalam kelas. “Kita manfaatin fasilitas online. Karena kerja praktik jadi tidak bisa bertatap muka langsung. Tapi itu bukan masalah selagi kita memang serius mengerjakannya” tambah Steven saat ditanya kesulitan yang dihadapi selama kompetisi berlangsung. “Kunci utama adalah berusaha dan berdoa. Hasilnya tetap serahkan kepada Yang Maha Kuasa” tutup Nurashila.

Ditulis oleh
Devyandra Eka Putri

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2024 Prodi Teknik Lingkungan
FTSL - ITB
Scroll to Top