(022) 250-4952
tu@tl.itb.ac.id
TEKNIK LINGKUNGAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

Berita

“Menjadikan Prodi Teknik Lingkungan ITB sebagai lembaga pendidikan tinggi dan pusat pengembangan IPTEK ynag memiliki keunggulan kompetitif dan handal”

Cerita Seru Tim Pemenang Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional – Safety Competition 2020

Tim Albiya Ganesha berhasil menjadi juara 3 LKTI-N dengan tema “Wujudkan Kemandirian Masyarakat Indonesia Berbudaya Keselamatan dan kesehatan Kerja (K3) untuk Mendukung Stabilitas Ekonomi” dan dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Tim yang diketuai oleh Salma (22) dan beranggotakan Rosdinar (21), M.Ananda (22) merupakan Mahasiswa Teknik Lingkungan 2016, tim ini diberi nama Albiya Ganesha (Lingkungan Ganesha) ini memilih sub tema “Edukasi Dini tentang K3”, pemilihan subtema ini berdasarkan rasa kepedulian yang besar terhadap budaya K3 di masa yang akan datang dan tentunya dengan penanaman nilai sejak saat ini pada anak usia dini.

 

Bagi Jihan, kuliah di ITB memiliki beberapa life plans sebagai target yang harus dipenuhi semasa kuliah. Salah satu life plans tersebut adalah aktif mengikuti kompetisi pada tingkat tiga kuliah. Namun karena terhalang kesibukan akademik dan kegiatan organisasi, hal tersebut belum sepenuhnya tercapai. Sedangkan Puti mengaku mendapatkan ilham untuk mengikuti lomba saat menyelesaikan kuliah praktik semester enam lalu. Lain lagi dengan Reyhan yang mengaku bosan dengan kegiatan kuliah, ia memilih mengikuti lomba untuk mengisi waktu luang. Bagi Sang Ketua, Adriel, mengikuti lomba berarti memberikan kesempatan padanya untuk mengaplikasikan ilmu yang di dapat di bangku kuliah. Meskipun berangkat dari motivasi yang berbeda-beda, Tim Gaseous berhasil menjadi tim yang maju dan memenangkan kompetisi.

“Sebagai mahasiswa TL bukan hanya orientasi membenarkan kekeliruan praktik di lapangan, proyek, industri, regulasi atau lainnya. Jangan lupa kita harus memberi solusi untuk masa yang akan datang dan menyelesaikan masalah di masa ini. Tugas kita dua membenarkan pemahaman-pemahaman orang yang terlanjur salah serta mencegah kesalahan agar tidak terulang lagi di periode selanjutnya, khususnya pada lomba ini mengenai budaya K3 pada usia keemasan (anak usia dini)” (Salma, 04/02/20).

Sempat Lolos 3 Abstrak

Pada lomba ini mereka mengusungkan 3 ide abstrak yang diketuai oleh masing-masing anggota untuk setiap abstrak. Dan ternyata semua abstraknya lolos, hal ini sempat membingungkan bagi Salma dan kawan-kawan dikarenakan ketiga ide ini menarik. Namun setelah berkonsultasi dengan Dr. Anindrya Nastiti S.T.,M.T sebagai Dosen Pembimbing Lomba untuk tim ini, didapati hasil diskusi untuk membawa -“Aylinku!” (Ayo Lindungi Aku!) Boneka Penunjang K3 Sebagai Media Permainan Anak Usia Dini- untuk diteruskan pada tahap penelitian. Dikarenakan, estimasi waktu yang tidak cukup bila meneruskan penelitian 3 ide ini secara bersamaan, dan agar tetap fokus penelitian yang optimum, sehingga semakin jelas dan terarah. Menurut Albiya Ganesha, Ibu Asti (nama sapaan untuk Ibu Anindrya Nastiti) ini merupakan Dosen Pembimbing Lomba yang luar biasa. Beliau selalu mengarahkan secara jelas berikut pemberian literatur-literatur jurnal internasional mengenai karya tulis ilmiah. Juara 3 ini menjadi bonus bagi tim, hal ini tidak luput dari peran dosen pembimbing yang luar biasa. “Terima kasih banyak Bu Asti. Bu Asti sangat luar biasa dalam membimbing kami” (Albiya Ganesha).

Penelitian Anak Usia Dini ternyata tidak Mudah!

Sebelumnya, tim Albiya Ganesha sangat berterimakasih kepada PG&TK Al-Fitroh Bandung yang bersedia menjadi bagian penelitian dari karya tulis ilmiah ini. Kontribusi yang sangat besar dari pihak murid kelas A dan seluruh guru-guru di sana yang sangat terbuka dan menyambut tim Albiya Ganesha untuk melakukan penelitian karya boneka “Aylinku!” kepada anak-anak.

Tahap pertama dari penelitian ini adalah menentukan media penunjang edukasi K3 kepada anak usia dini. Kemudian mereka memilih boneka dengan tiga jenis profesi yaitu siswa, dokter, dan insinyur dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD). Cara memainkan boneka tersebut dengan menempelkan APD ke setiap boneka profesi sesuai dengan letak dan fungsinya.

Setelah tahun ajaran baru dimulai, penelitian dilakukan untuk menguji efektivitas media sebagai edukasi K3 sejak dini. Terdapat satu orang dari tim melakukan storytelling kepada anak-anak untuk pengenalan APD setiap profesi dan intruksi permainan boneka secara verbal. Kemudian seluruh anggota tim mengajak setiap anak bermain menggunakan boneka AYLINKU sembari menguji pemahaman terkait APD setiap profesi. Hal ini menjadi tantangan selanjutnya karena terdapat perbedaan antara berinteraksi dengan sesama orang dewasa dan dengan anak-anak. Perlunya pemilihan kosakata yang sesuai dengan pemahaman anak dan membuat anak tetap fokus untuk menjawab setiap pertanyaan.

Edukasi kepada anak ternyata memiliki tantangan tersendiri, membuat anak-anak fokus dan memiliki pemahaman yang sama mengenai budaya K3 ternyata tidak mudah. Tetapi, didorong dengan usaha dan hati yang tulus untuk mengedukasi anak, membuat itu semua lancar dilakukan. Anak-anak di PG&TK Al-Fitroh sangat aktif dan luar biasa dalam menangkap nilai-nilai pada permainan ini. Sehingga, penelitian ini bisa berjalan lancar.

Perlu Manajemen Waktu yang Baik!

Karena awal pembelajaran tahun ajaran baru berdekatan dengan tenggat waktu pengumpulan full paper, tim Albiya Ganesha harus menentukan manajemen waktu yang baik. Mulai dari observasi lapangan, mengolah data, menganalisis, hingga menjadi full paper yang utuh. Pengerjaan full paper ini dilakukan Bersama di salah satu rumah anggota tim.  Selain dapat membuat tim lebih fokus, metode ini juga membantu mempererat koordinasi antar anggota tim. Selanjutnya pada tanggal 24 Januari 2020 malam hari, tim dinyatakan lolos menuju final dari total 10 tim yang lolos.

Luar Biasa, Satu Panggung dengan Para Juara Lainnya

Satu hari sebelum presentasi lomba, dilakukan technical meeting dan tim Albiya Ganesha mendapatkan nomor urut 1. “Salma Maziyyah M, ITB – Mendapatkan nomor urut satu” tutur MC saat itu yang memperjelas hasil kocokkan yang telah Salma ambil, sontak membuat kaget namun mereka tetap optimis dengan dihiasi sedikit tawa. Ditutup dengan pengesahan technical meeting, dilakukan pengesahan LKTI-N diwakilkan oleh Salma sebagai perwakilan peserta terpilih untuk penandatanganan surat pengesahan. Hal ini menjadi pembuka perjalanan mereka selanjutnya di esok hari.

Tim melakukan latihan yang ekstra sebelum presentasi dilakukan keesokan harinya. Tidak lupa, tim melakukan jalan jalan keliling Kota Surabaya untuk meredakan tekanan sebelum presentasi dilakukan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2024 Prodi Teknik Lingkungan
FTSL - ITB
Scroll to Top